Friday, August 2, 2019

Latihan Soal UKOM Radiografer Beserta Jawaban Edisi 17

Latihan Soal UKOM Radiografer Beserta Jawaban Edisi 17


Berikut ini kami siapkan contoh latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) Radiografer Indonesia yang terdiri dari 3 buah soal Edisi ke 17 beserta kunci jawaban dan pembahasan


Latihan Soal UKOM Radiografer Beserta Jawaban Edisi 17
Latihan Soal UKOM Radiografer Beserta Jawaban Edisi 17

Hai halo teman-teman ukom-radiografer.blogspot.com semuanya. Berikut ini kami telah menyiapkan 4 buah soal beserta jawaban Uji Kompetensi (UKOM) Radiografer beserta jawaban. Semangat dan semoga lulus Uji Kompetensi semuanya, aamiin


1. Jika pada foto thorax PA terdapat gambaran lesi radioopaque di paru kiri, maka foto tambahan yang perlu dibuat adalah :

A. AP lordotik dengan CP pada lesi tersebut
B. Lateral kiri
C. PA dengan lokalisasi daerah lesi tersebut
D. PA lordotik

Jawaban : B. Lateral kiri



2. Posisi lateral thorax dapat dilakukan untuk hal-hal di bawah ini, kecuali :

A. Corpus alienum
B. Cor analysa
C. Apex paru-paru
D. Lesi pada paru-paru

Jawaban : C. Apex paru-paru



3. Pasien dengan klinis pleural effusion kiri dengan volume banyak, diperlukan foto posisi :

A. Lateral kiri
B. LLD
C. RLD
D. PA erect

Jawaban : D. PA erect



4. Apical foto untuk mengevaluasi :

A. Pleural effusion
B. Pembesaran jantung
C. KP yang masih dini pada orang dewasa
D. Bronkhitis kronis

Jawaban : C. KP yang masih dini pada orang dewasa


Baiklah mungkin cukup sekian dulu pertemuan kita kali ini yang membahas mengenai Latihan Soal UKOM Radiografer Beserta Jawaban Edisi 17. Semoga apa yang telah kami berikan untuk teman-teman radiografer semuanya dapat membatu dalam menghadapi Uji Kumpetensi (UKOM) yang akan dihadapi, terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi yaa.

Thursday, August 1, 2019

Soal dan Jawaban Radiologi Edisi 16

Soal dan Jawaban Radiologi Edisi 16 Beserta Pembahasan


Hai teman-teman radiografer semuanya, dibawah ini telah kami siapkan latihan soal dari ukom-radiografer.blogspot.com soal latihan radiologi yang disertai knnci jawaban. Selamat belajar yaa


Soal dan Jawaban Radiologi Edisi 16
Soal dan Jawaban Radiologi Edisi 16

Berikut ini kami siapkan contoh latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) Radiografer Indonesia yang terdiri dari 3 buah soal Edisi ke 16 beserta kunci jawaban dan pembahasan



1. Pengendalian bahaya radiasi eksterna dapat dilakukan dengan :

a. Jarak, waktu dan penahan radiasi
b. Faktor eksposi, jarak dan laju dosis
c. Tegangan tabung, arus tabung dan waktu
d. Semua jawaban diatas salah

Jawaban : a. Jarak, waktu dan penahan radiasi
Pembahasan :
Prinsip proteksi radiasi untuk zat radioaktif dan / atau sumber radiasi pengion lainnya ada 3 ( tiga ) yaitu : waktu, jarak dan penahan radiasi.



2. Faktor-faktor berikut mempengaruhi nilai HVL dan TVL, kecuali :

a. Energi radiasi
b. Aktivitas sumber
c. Nomor atom bahan penahan
d. Kerapatan bahan penahan

Jawaban : b. Aktivitas sumber
Pembahasan :
Faktor2 apa saja yang mempengaruhi nilai HVL & TVL tersebut :
1. Jenis bahan penahan Radasi
2. Energi radiasi yang mengenai Bahan penahan tersebut
3. Berkas sumber radiasi (narrow beam atau broad beam)


3. Pengendalian bahaya radiasi interna secara administratif dapat dilakukan dengan :

a. Memakai pakaian pelindung dan peralatan pernafasan
b. Menggunakan faktor waktu, jarak dan penahan radiasi
c. Memblokir jalan masuk zat radioaktif ke dalam tubuh dan membatasi penyebaran zat radioaktif
d. Semua jawaban diatas benar semuanya.

Jawaban : c. Memblokir jalan masuk zat radioaktif ke dalam tubuh dan membatasi penyebaran zat radioaktif
Pembahasan :
  • Radiasi interna adalah penyinaran yang berasal dari sumber radiasi yang terletak di dalam tubuh manusia, sedang radiasi eksterna berasal dari sumber yang terletak di luar tubuh manusia.
  • Radiasi interna terjadi karena masuknya radionuklida ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan, saluran pencernaan, luka terbuka di kulit maupun menembus kulit dan juga melalui sirkulasi darah (suntikan). Radiasi interna yang lebih berbahaya adalah radiasi yang lebih banyak menimbulkan ionisasi di dalam jaringan tubuh, sehingga sinar alpha lebih berbahaya dari pada sinar-X dan sinar gamma sebagai sumber radiasi interna.
Beberapa contoh pengendalian secara administrasi  :
  1. Pembagian daerah radiasi
  2. Pemasangan tanda bahaya radiasi yang jelas pada masing-masing daerah radiasi
  3. Membatasi jumlah zat radioaktif yang akan ditangani
  4. Pelatihan proteksi radiasi bagi pekerja radiasi
  5. Prosedur kerja yang jelas dan mudah dipahami
  6. Perencanaan program proteksi radiasi yang meliputi pemantauan dosis individu dan pemantauan tempat kerja.



4. Yang dimaksud dengan ”as low as practable’ adalah :

a. Paparan radiasi dijaga pada level serendah mungkin
b. Paparan radiasi digunakan seoptimal mungkin
c. Menerima dosis maksimum pada periode tertantu
d. Semua jawaban diatas salah

Jawaban : a. Paparan radiasi dijaga pada level serendah mungkin
Pembahasan :
Risiko dan bahaya harus dimanajemen sehingga kerugian dapat diminimalisir hingga ke tingkat yang dapat diterima dengan sumber daya yang ada atau biasa disebut dengan ALARP (As Low As Reasonably Practicable ). Sumber : https://ukom-radiografer.blogspot.com


5. Dalam pemilihan material perisai perlu memperhatikan beberapa faktor antara lain :

a. Ketebalan dan berat material
b. Kemungkinan penggunaan ganda
c. Persyaratan Quality Control
d. Jawaban diatas semuanya benar

Jawaban : d. Jawaban diatas semuanya benar
Pembahasan :
Cukup jelas, pemilihan material perisai perlu memperhatikan beberapa faktor antara lain
  1. Ketebalan dan berat material
  2. Kemungkinan penggunaan ganda
  3. Persyaratan Quality Control




Baiklah mungkin sampai disini dulu perjumpaan dan pertemuan kita kali ini yang membahas mengenai Soal dan Jawaban Radiologi Edisi 16. Semoga apa yang telah kami sajikan dan berikan untuk teman-teman semuanya dapat bermanfaat dan berguna. Terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi yaa.

Wednesday, July 31, 2019

Soal Ujian Kompetensi Radiografer dan Pembahasan Edisi 15

Soal Ujian Kompetensi Radiografer  dan Pembahasannya Edisi 15


Berikut ini kami siapkan contoh latihan soal Ujian Kompetensi (UKOM) Radiografer Indonesia yang terdiri dari 5 buah soal Edisi ke 15 beserta kunci jawaban dan pembahasan


Soal Ujian Kompetensi Radiografer Edisi 15
Soal Ujian Kompetensi Radiografer Edisi 15

Hai teman-teman sahabat ukom-radiografer.blogspot.com semuanya. Berikut ini kami siapkan materi latihan soal radiografer dan jawaban lengkap. Selamat belajar yaa


1. Efek radiasi yang kebolehjadian timbulnya merupakan fungsi dosis radiasi dan diperkirakan tidak mengenal dosis ambang adalah?

a. Efek stokastik
b. Efek genetik
c. Efek deterministik
d. Efek somatik

Jawaban : a. Efek stokastik
Rasional dan Pembahasan :
Sifat Efek Stokastik
  1. Tidak mengenal dosis ambang
  2. Timbul setelah melalui masa tenang yang lama
  3. Tidak ada penyembuhan spontan
  4. Keparahan tidak tergantung pada dosis radiasi
Sifat Efek Deterministik
  1. Punya dosis ambang
  2. Timbul beberapa saat setelah terkena radiasi
  3. Ada penyembuhan spontan
  4. Keparahan tergantung dosis radiasi



2. Berikut ini yang bukan termasuk dosimeter personal adalah?

a. Dosimeter saku/ pendose
b. Surveymeter
c. TLD bagde
d. Film badge

Jawaban : b. Surveymeter
Rasional dan Pembahasan :
Terdapat tiga macam dosimeter personal yang banyak digunakan saat ini yaitu:
  1. dosimeter saku (pen / pocket dosemeter)
  2. film badge
  3. Thermoluminisence Dosemeter (TLD).



3. Informasi tentang efek radiasi pada prosedur pemeriksaan radiografi yang paling tepat adalah:

a. Pasien potensial terkena efek stokastik dan radiografer efek deterministik
b. Pasien dan radiografer pasti terkena efek deterministik
c. Pasien potensial terkena efek deterministik dan radiografer efek stokastik
d. Hanya pasien potensial terkena efek stokastik dan radiografer aman karena telah menerapkan prosedur proteksi radiasi dengan benar

Jawaban : c. Pasien potensial terkena efek deterministik dan radiografer efek stokastik
Rasional dan Pembahasan :
Efek deterministik adalah efek yang disebabkan karena kematian sel akibat paparan radiasi, sedangkan efek stokastik adalah efek yang terjadi sebagai akibat paparan radiasi dengan dosis yang menyebabkan terjadinya perubahan pada sel.

Sifat Efek Stokastik
  1. Tidak mengenal dosis ambang
  2. Timbul setelah melalui masa tenang yang lama
  3. Tidak ada penyembuhan spontan
  4. Keparahan tidak tergantung pada dosis radiasi
Sifat Efek Deterministik
  1. Punya dosis ambang
  2. Timbul beberapa saat setelah terkena radiasi
  3. Ada penyembuhan spontan
  4. Keparahan tergantung dosis radiasi



4. Pengendalian terhadap potensi bahaya radiasi eksterna dilakukan dengan memperhatikan tiga faktor yaitu jarak, waktu dan penahan. Contoh pengendalian radiasi menggunakan waktu yang tepat adalah:

a. Memberlakukan kerja shift
b. Membatasi pasien foto radiologi
c. Mengatur meja kontrol dengan penggunaan waktu eksposi yang sesingkat-singkatnya
d. Memperkecil FFD

Jawaban : a. Memberlakukan kerja shift
Rasional dan Pembahasan :
Pada prinsip pengaturan waktu, maka dosis akumulasi yang diterima oleh pekerja radiasi akan betambah kecil apabila waktu penyinaran lebih kecil

Untuk mengendalikan penerimaan dosis radiasi dalam pekerjaan, maka harus diusahakan agar pekerja radiasi berada di medan radiasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Apabila tidak diperlukan maka janganlah berada dekat sumber radiasi.

Untuk tujuan proteksi radiasi pemanfaatan factor waktu berlaku hubungan:

D = D x t

Dimana : D : dosis total , D: laju dosis, t : waktu penyinaran

Contoh :
Nilai Batas Dosis (NBD) = 50 mSv per tahun, satu tahun = 50 minggu, NBD dalam seminggu = (50 : 50) = 1 mSv = 1000 Sv. Berapa lama seorang pekerja radiasi harus bekerja jika laku dosis = 50 Sv/jam ?
Jawab :D = D x t
1000 = 50 x t
t = 20 jam



5. Berikut ini adalah kode etik seorang radigrafer, KECUALI:

a. Mengoperasikan pesawat sinar-X sesuai prosedur
b. Melakukan tindakan radiografi sesuai blangko permintaan dari dokter pengirim
c. Berkomunikasi dengan baik kepada pasien
d. Menjelaskan hasil baca foto rontgen kepada pasien

Jawaban : d. Menjelaskan hasil baca foto rontgen kepada pasien
Rasional dan Pembahasan :
Standar etik Radiografer salah satunya yaitu : Setiap Ahli radiografi wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui baik hasil pekerjaan profesinya maupun dari bidang lainnya tentang keadaan pasien, karena kepercayaan pasien yang telah bersedia dirinya untuk diperiksa




Demikianlah artikel yang singat dari ukom-radiografer.blogspot.com diatas dengan judul Soal Ujian Kompetensi Radiografer Edisi 15. Semoga apa yang telah kami sajikan dan berikan utnuk teman-teman radiologi dan radiografer dapat bermanfaat dan membatu dalam proses pembelajaran dan latihan soal. Terimakasih atas kunjungannya, sampai ketemu lagi.

Tuesday, July 30, 2019

Contoh Soal Uji Kompetensi Radiografer (Kaset) Dan Jawaban Edisi 14

Contoh Soal Uji Kompetensi Radiografer (Kaset) Dan Jawaban Edisi 14


Hai teman-teman sahabat ukom-radiografer.blogspot.com semuanya. Berikut ini telah kami siakan soal spesial radiologi mengenai Kaset. Semangat yaa dan terus belajar dari blog kita ini


Contoh Soal Uji Kompetensi Radiografer (Kaset) Dan Jawaban Edisi 14
Contoh Soal Uji Kompetensi Radiografer (Kaset) Dan Jawaban Edisi 14

Berikut ini kami siapkan contoh latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) Radiografer Indonesia yang terdiri dari 3 buah soal  Edisi ke 14 beserta kunci jawaban dan pembahasan



1. Seorang pasien laki-laki berumur 21 datang dari IGD keruang radiologi dengan kasus fraktur antebrachi sinistra. Dan dilakukan pemeriksaan antebrachi oleh radiografer dengan proyeksi AP/Lateral menggunakan kaset 15 x 30 cm.

Menggunakan jenis kaset apakah untuk pemeriksaan tersebut?

a. Single emulsi
b. Double emulsi
c. Triple emulsi
d. Blue emiting
e. Green emiting

Jawaban : b. Double emulsi
Pembahsan dan Rasional :
DI LIHAT DARI LAPISAN EMULSI
  1. Double emulsi (emulsi ganda)
    Yaitu film roentgen yang memiliki dua lapisan emulsi yang sama tebalnya di kedua permukaan dasar film. Film ini dapat digunakan bolak balik.
    Keuntungan :
    1. Sensitifitas lebih tinggi shg nilai eksposi lebih rendah sehingga dosis juga dapat ditekan
    2. Waktu eksposi lebih singkat sehingga pergerakan pasien bisa diminimalisasi
    3. Kontras radiograf semakin baik
    4. Dapat mengurangi kerusakan film pada bentuk film lengkung
    Kerugian :
    1. Larutan pembangkit cepat lemah
    2. Harga lebih mahal
    3. Efek paralak bila radiograf tidak dilihat secara tegak lurus.
    Contoh : Untuk pemeriksaan radiografi secara umum (kepala, abdomen dll).

  2. Single emulsion (emulsi tunggal)
    1. Film yang mempunyai lepisan emulsi hanya pada satu permukaan.
    2. Perak lebih sedikit karena hanya satu emulsi dan cairan pembangkit awet.
    3. Hanya utk pemotretan tertentu, tidak bisa digunakan bolak-balik
    4. Contoh : film MCS, film mammografi, film gigi dll.
    Contoh : film MCS, film mammografi, film gigi dll.



2. Seorang pasien anak laki-laki berumur 9 tahun datang dengan keruangan radiologi untuk melakukan pemeriksaan gigi molar 1 kuadran molar 2.

Jenis kaset yang menggunakan emulsi apakah untuk pemeriksaan tersebut?

a. Triple emulsi
b. Double emulsi
c. Single emulsi
d. Green emiting
e. Blue emiting

Jawaban : c. Single emulsi
Pembahsan dan Rasional :
DI LIHAT DARI LAPISAN EMULSI
  1. Double emulsi (emulsi ganda)
    Yaitu film roentgen yang memiliki dua lapisan emulsi yang sama tebalnya di kedua permukaan dasar film. Film ini dapat digunakan bolak balik.
    Keuntungan :
    1. Sensitifitas lebih tinggi shg nilai eksposi lebih rendah sehingga dosis juga dapat ditekan
    2. Waktu eksposi lebih singkat sehingga pergerakan pasien bisa diminimalisasi
    3. Kontras radiograf semakin baik
    4. Dapat mengurangi kerusakan film pada bentuk film lengkung
    Kerugian :
    1. Larutan pembangkit cepat lemah
    2. Harga lebih mahal
    3. Efek paralak bila radiograf tidak dilihat secara tegak lurus.
    Contoh : Untuk pemeriksaan radiografi secara umum (kepala, abdomen dll).

  2. Single emulsion (emulsi tunggal)
    1. Film yang mempunyai lepisan emulsi hanya pada satu permukaan.
    2. Perak lebih sedikit karena hanya satu emulsi dan cairan pembangkit awet.
    3. Hanya utk pemotretan tertentu, tidak bisa digunakan bolak-balik
    4. Contoh : film MCS, film mammografi, film gigi dll.
    Contoh : film MCS, film mammografi, film gigi dll.



3. Didalam radiologi kaset mempunyai dua jenis emulsi dan didalam emulsi tersebut mempunyai lapisan-lapisan tertentu. Salah satunya yaitu double emulsi.

Sebutkan urutan lapisan-lapisan yang ada didalamnya

a. Supercoat, emulsi, adhesive, base, adhesive, emulsi dan supercoat
b. Base, adhesive, emulsi, supercoat dan anti hello backing
c. Anti hello backing, base, supercoat, emulsi dan adhesive
d. Emulsi, supercoat, base, supercoat dan emulsi
e. Supercoat, adhesive, emulsi, adhesive dan supercoat

Jawaban : a. Supercoat, emulsi, adhesive, base, adhesive, emulsi dan supercoat
Pembahsan dan Rasional :
Konstruksi film radiografia.
  1. Base (lapisan dasar)
    Terbuat dari bahan yang kuat, tipis dan transparan. Bahan yang digunakan yaitu sellulose asetat yang mempunyai sifat tidak mudah terbakar. Tebalnya 0,175-0,2 mm.Terbuat dari bahan tipis dan lemas yaitu polyester.
  2. Adhesive (lapisan perekat)
    Lapisan ini berfungsi sebagai alat perekat antara dua bahan yang mempunyai sifat berbeda, yaitu lapisan dasar film (film base) yang tidak meresap air sehingga dalam prosesing tidak mengalami perubahan dan lapisan emulsi film, yang menyerap air dan membengkak bila basah. Bahannya terbuat dari bahan campuran antara sellulose, gelatin dan aceton. Tebalnya 0,01 mm.
  3. Emulsi
    Merupakan lapisan yang sangat penting dari semua lapisan karena pada lapisan ini akan terbentuk radiograf yang diinginkan. Lapisan ini sangat peka terhadap cahaya dan sinar-x dan terbuat dari bahan kristal perak bromida. Tebalnya 0,01-0,02 mm.
  4. Supercoat (lapisan pelindung)
    Merupakan lapisan paling luar dari film rontgen yang terbuat dari lapisan gelatin yang bersifat menyerap air. Berfungsi melindungi emulsi dari rangsangan misalnya tekanan dan gesekan.


Demikianlah artikel latihan soal kita kali ini dengan judul Contoh Soal Uji Kompetensi Radiografer (Kaset) Dan Jawaban Edisi 14. Semoga artikel tentang soal-soal UKOM Radiografer diatas dapat berguna dan bermanfaat bagi teman-teman semuanya agar dapat lulus Uji Kompetensi ataupun Uji Tes selsksi sebagai radiografer di Rumah Sakit ataupun Klinik. Terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi yaa.

Monday, July 29, 2019

Contoh Soal Radiografer Beserta Kunci Jawaban Edisi 13

Contoh Soal Radiografer Beserta Kunci Jawaban Edisi 13


Halo teman-teman radiografer Indonesi semuanya, berikut ini kami telah menyiapkan soal latihan Uji Kompetensi Radiolgrafer yang disertai kunci jawaban dan pembahasannya. Selamat belajar yaa


Contoh Soal Radiografer Beserta Kunci Jawaban Edisi 13

Berikut ini terdapat 4 buah latihan soal UKOM Radiografer beserta jawaban


1. Nilai maksimum radiasi bocor dalam 1 jam sebesar 100 mR / jam pada jarak 1 m dari fokus berlaku untuk :

a. Tabung Diagnostik.
b. Tabung terapi dengan tegangan sampai 100 kV.
c. Tabung terapi dengan tegangan lebih dari 100 kV.
d. Jawaban a & b benar.

Jawaban : d. Jawaban a & b benar.



2. Ketentuan kamar sinar – X dengan ukuran 6 x 4 x 3 cm dengan tegangan tabung 70 kVp – 125 kVp memerlukan dinding :

a. Tebalnya setara 2 mm Pb.
b. Plester yang tebalnya 13 cm ditambah 1 mm Pb.
c. Beton setebal 15 cm
d. Ketiganya benar.

Jawaban : d. Ketiganya benar.



3. Mengapa pemanfaatan tenaga nuklir memerlukan izin :

a. Agar pemanfaatan tenaga nuklir dapat dikendalikan, diawasi & dipantau.
b. Agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan pekerja, masyarakat & lingkungan.
c. Jawaban a & b benar.
d. Jawaban a & b salah.

Jawaban : c. Jawaban a & b benar.



4. Persyaratan umum apa yang harus dipenuhi untuk memperoleh izin pemanfaatan tenaga nuklir :

a. Mempunyai fasilitas yang memenuhi syarat, tenaga cakap dan terlatih baik.
b. Mempunyai peralatan teknis yang diperlukan untuk menjamin perlindungan terhadap radiasi.
c. Mempunyai juklak yang memenuhi syarat.
d. Jawaban a, b dan c benar.

Jawaban : d. Jawaban a, b dan c benar.




Demikianlah artikel yang singat yang dapat https://ukom-radiografer.blogspot.com sajikan diatas berjudul Contoh Soal Radiografer Beserta Kunci Jawaban Edisi 13. Semoga apa yang telah kami sajikan dan berikan diatas tersebut dapat berguna dan bermanfaat untuk sahabat semuanya. Terimakasih atas kunjungannya.

Saturday, July 27, 2019

Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Radiologi Beserta Pembahasan Edisi 12

Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Radiologi Beserta Pembahasan Edisi 12


Halo teman-teman dariografer Indonesi semanya, selamat pagi semuanya, kali ini mimin akan sharing terus latihan soal-soal untuk teman-teman radiografer semuanya dan untuk edisi kali ini  khusus latihan soal kasus yang berubungan dengan radiologi. Selamat belajar dan membaca yaa


Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Radiologi Beserta Pembahasan Edisi 12
Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Radiologi Beserta Pembahasan Edisi 12

Dibawah ini kami sajikan 4 buah soal Uji Kompetensi (UKOM) radiologi bagi teman-teman radiogafer semuanya yang disertai kunci jawaban dan pembahasan


1. Penyelenggarakan pelayanan kesehatan harus mengikuti UU No.36 tahun 2009 tentang rumah sakit, yang mewajibkan setiap tenaga kesehatan  dimanapun wajib memiliki ijin yang dikeluarkan oleh pemerintah.  Ditempat anda kedapatan tidak memiliki ijin.

Pertanyaan Soal
Sikap apa yang anda harus lakukan?

A. Serahkan saja ke  manajemen
B. Mengabaikan karena  yang penting  menolong pasien
C. Mengurus Ijin untuk dapat dimanfaatkan untuk pelayanan
D. Menganggap Ijin digunakan sebagai bentuk formal tertulis
E. Meminjam ijin  tenaga kesehatan kompeten yang sudah punya

Jawaban : C. Mengurus Ijin untuk dapat dimanfaatkan untuk pelayanan
Pembahasan :
Berdasarkan undang-undang, setiap orang yang bekerja ditempat khusus dan memerlukan keahlian khusus harus memiliki sertifikat keahilan. Oleh karena itu dalam kasus diatas, seorang radiografer hrus memiliki izin praktik atau Surat Izin Kerja Radiografer yang selanjutnya disingkat SIKR.
SIKR adalah bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan pekerjaan radiografi pada fasilitas pelayanan kesehatan (Permenkes RI tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Radiografer).



2. Radiografer sebagai tenaga kesehatan menurut UU No.36 tahun 2009 tentang kesehatan adalah orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan yang sesuai untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan agar pemeriksaan radiografi yang dilakukan sesuai klinis. ada seorang pasien laki-laki usia 47 tahun datang ke bagian radiologi untuk melakuakan pemeriksaan BNO-IVP dengan menggunakan kontras media, kebetulan pada saat itu dokter radiologi tidak ada untuk menyuntikkan kontras media. Sedang anda yakin bahwa anda mampu menyuntikkannya.

Pertanyaan Soal
Sikap apa yang anda harus lakukan ?

A. Bekerja sesuai kode etik radiografer
B. Bekerja sesuai persyaratan manajemen
C. Bekerja sesuai standar profesi radiografer
D. Bekerja sesuai kompetensi yang dimilikinya
E. Bekerja sesuai ketentuan perundangan dan peraturan yang berlaku

Jawaban : D. Bekerja sesuai kompetensi yang dimilikinya
Pembahasan :
Cukup jelas, bekerja sesuai kompetensi yang dimiliki. Sehingga seorang radiografer tidak berhak untuk melakukannya agar terhindar dari hukum dan tidak merugikan pasien.



3. Radiografer sebagai tenaga kesehatan menurut UU No.36 tahun 2009 tentang kesehatan adalah orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan yang sesuai untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan agar pemeriksaan radiografi yang dilakukan sesuai klinis. Di tempat anda ada seorang pasien laki-laki usia 46 tahun datang ke bagian radiologi untuk melakuakan pemeriksaan BNO-IVP dengan menggunakan kontras media, kebetulan pada saat itu dokter radiologi tidak ada untuk menyuntikkan kontras media. Sedangkan pemeriksaan ini harus tetap dilakukan pada saat itu.

Pertanyaan Soal
Sebagai seorang radiographer tindakan apa yang harus anda kerjakan ?

A. Meminta  radiographer lain untuk menyuntikkannya
B. Meminta tenaga medis untuk menyuntikkan kontras
C. Meminta Dokter lain untuk menyuntikan bahan kontras
D. Meminta tenaga paramedic untuk menyuntikkan kontras
E. Meminta perawat radiologi untuk menyuntikan bahan kontras

Jawaban : C. Meminta Dokter lain untuk menyuntikan bahan kontras
Pembahasan :
Pembahasan sama seperti nomor 2, segera cari dokter lain yang kompeten dalam tindakan diatas tersebut dan memiliki wewenang tugasnya dibagian radiologi



4. Di tempat anda ada seorang pasien laki-laki  usia 49 tahun datang ke bagian radiologi untuk melakukan pemeriksaan Colon Inloop dengan menggunakan kontras media, pada saat itu dokter radiologi meminta anda untuk melakukan pemeriksaan ini dengan menggunakan fluoroscopy .

Pertanyaan Soal
Sebagai seorang radiographer tindakan apa yang harus anda lakukan ?

A. Memulangkan pasien
B. Lihat lihat dulu baru di kerjakan
C. Mengerjakan saja permintaan dokter radiologi
D. Merminta  radiographer lain untuk mengerjakannya
E. Menolak dengan bijak karena hal ini bukan kompetensi radiografer

Jawaban : E. Menolak dengan bijak karena hal ini bukan kompetensi radiografer
Pembahasan :
Cukup jelas, alasanya hapir sama dengan nomor 2, yaitu bekerja sesuai kompetensi yang dimiliki. Sehingga seorang radiografer tidak berhak untuk melakukannya agar terhindar dari hukum dan tidak merugikan pasien.





Baiklah mungkin cukup sampai disini dulu perjumpaan dan pertemuan kita kali ini yang membahas megenai Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Radiologi Beserta Pembahasan Edisi 12. Semoga teman-teamn ukom-radiografer.blogspot.com semuanya dapat terus belajar dan berlatih soal-soal dari sini. Terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi yaa.

Thursday, July 25, 2019

Soal Uji Kompetensi Radiografi (Processing Film Radiografi) Edisi 11

Soal Uji Kompetensi (UKOM) Radiografi (Processing Film Radiografi) Edisi 11



Hai teman-teman sahabat ukom-radiografer.blogspot.com semuanya. Bertemu lagi dengan kita yang tidak bosan-bosannya memberikan latihan soal radiologi bagi teman-teman radiograer semuanya. Dibawah ini telah kami siapkan contoh soal radiologi dengan sub. soal mengenai "Processing Film Radiografi" yang kami sajikan dengan kunci jawabannya


Soal Uji Kompetensi Radiografi (Processing Film Radiografi) Edisi 11
Soal Uji Kompetensi (UKOM) Radiografi (Processing Film Radiografi) Edisi 11

Dibawah ini kami siapkan 3 buah soal UKOm Radiografer tentang Processing Film Radiografi. Selamat belajar yaa teman-teman dan terus berlatih dari blog kita ini yaa.


1. Film yang sebelumnya sudah melalui proses photo dengan disinari oleh x-ray yang dilakukan oleh radiografer, kemudian diproses di kamar gelap. Pada kamar gelap proses pencucian menggunakan 3 cairan yaitu fixer, developer dan air dan proses pencatatannya hanya membutuhkan waktu 3 menit kurang sehingga penggunaan waktu relative lebih efisien. Pengoperasian cetak film pada mesin ini dibantu oleh motor yang berfungsi sebagai penggerak gigi (gear) yang kemudian memutarkan roll yang membawa film pada bak developer, fixer dan air.

Metode apa yang dilakukan radiografer tersebut?

a. Manual processing
b. Fixer processing
c. Automatic processing
d. Developer processing
e. Washing

Jawaban : c. Automatic processing
Pembahasan :
Automatic processing mempunyai pengertian pengolahan film yang dilajukan secara otomatis dengan menggunakan mesin pengolahan film untuk melakukan pekerjaan pengolahan film yang biasanya dilakukan oleh manusia.



2. Dalam teknik radiografi terdapat dua macam proses pencucian film, yaitu manual processing dan automatic processing. Seorang radiographer diharuskan mengetahui teknik keduanya agar tidak terjadi kesalahan dalam pengerjaan processing film radiografi tersebut. Pada processing automatic juga dikenal istilah dry to dry.

a. Film masuk dalam keadaan kering dan keluar dalam keadaan basah
b. Film masuk dalam keadaan basah dan keluar dalam keadaan kering
c. Film masuk dalam keadaan basah dan keluar dalam keadaan basah
d. Film masuk dalam keadaan kering dan keluar juga dalam keadaan kering.
e. Film masuk dalam keadaan setengah basah dan keluar dalam keadaan kering

Jawaban : d. Film masuk dalam keadaan kering dan keluar juga dalam keadaan kering.
Pembahasan :
Cukup jelas



3. Dalam teknik radiografi konvensional terdapat beberapa prosedur salah satunya prosedur dalam processing film yang yang harus di patuhi. Yang didalam prosedur tersebut tentunya mempunyai fungsi-fungsi tertentu.

Apa saja fungsi dan kegunaannya?

a. Mengubah bayangan tampak menjadi bayangan laten.
b. Melunakan Emulsi Film radiografi
c. Meluruhkan perak halogen yang belum terexsposi kedalam larutan Fixer.
d. Pembentukan bayangan tampak menjadi tidak permanen
e. Meluruhkan perak halogen yang sudah terexposi kedalam larutan developer.

Jawaban : c. Meluruhkan perak halogen yang belum terexsposi kedalam larutan Fixer.
Pembahasan :
Fixing
Proses fising di lakukan bertujuan untuk melarutkan dan menghilangkan kristal silver halide dari emulsi film, Menghentikan proses pembangkitan sehingga tidak ada lagi proses perubahan bayangan pada film serta Menyamak emulsi agar tidak mudah rusak.
Dalam proses fixing ada eberapa faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas fixer yakni kandungan larutan fixer, suhu fixer dan waktu fixer. Larutan fixer memiliki beberapa kandungan di dalamnya, diantanya :
  • Clearing Agent
    Mengubah atau melarutkan butiran Kristal perak bromide (AgBr) yang tidak terekspose pada saat penyinaran menjadi komponen yang larut dalam air. Adapun sifat bahannya adalah Bereaksi dengan perak halogen dan membentuk komponen yang larut dalam air, tidak merusak gelatin serta tidak memberi pengaruh/efek terhadap gas yang terbentuk. Bahan yang biasa digunakan seperti Ammonium thiosulfate (NH4)2 S2 O3 serta Sodium Thiosulfat Na2S2O3 .
  • Acidifier
    pH asam diperlukan untuk memungkinkan difusi thiosulfate kedalam emulsi film dan kompleks silver thiosulfate keluar dari emulsi film. Kondisi larutan fixer yang asam akan meng-inaktifasi developing agent yang terbawa dalam emulsi film.
  • Preservative
    Meskipun bahan yang digunakan sebagai accelerator adalah acid lemah namun tetap terjadi decomposisi hypo dan penglepasan unsur S, untuk mencegah digunakannya unsur sulfit sebagai stabilisator.  Pada fixer untuk stabilisator /preservative adalah pasangan  acetic acid dan selfit sebagai alternatif sering digunakan bahan yang dapat berfungsi keduanya.  Sebagai acidifisasi dan stabilisator  yaitu Sodium Meta Sulfit (NaHSO3) dan Potassium Meta Sulfit (KHSO3)
  • Hardener
    Berfungsi untuk mengeraskan emulsi yang mengalami pembengkakan.
    Bahan-bahanya :
    • Chrom potassium alum Sangat efektif pada larutan yang masih segar, aksi penyamakan cepat turun meskipun fikser tidak digunakan, bekerja efektif dibawah pH 4,7 yaitu 3,5-4,7.  Cocok digunakan untuk fikser  yang siap pakai.
    • Potassium allum Tahan lama, bekerja efektif pada pH 4,5-4,9 dan masih aktif pada pH 5,5 Jika digunakan nilai pH 5,5 dapat terjadi endapan aluminium hydroksida dengan potassium alum yang kelihatan putih pada film
    • Aluminium chloride Daya penyamaknya sangat singkat Biasanya di kombinasikan dengan ammonium thiosulfate.

Demikianlah latihan soal radiologi dari ukom-radiografer.blogspot.com yang berjudul yaitu Soal Uji Kompetensi Radiografi (Processing Film Radiografi) Edisi 11. Semoga apa yang telah kami sajikan dan berikan untuk teman-teman diatas dapat bermanfaat. Terimakasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi yaa.