Showing posts with label UKOM Dokter. Show all posts
Showing posts with label UKOM Dokter. Show all posts

Friday, November 8, 2019

Soal Radiologi Medis disertai Jawaban Edisi 45

Soal Radiologi Medis disertai Jawaban Edisi 45


Berikut ini kami siapkan contoh Radiologi Medis yang terdiri dari 4 buah soal Edisi ke 45 beserta kunci jawaban dan pembahasan


Soal Radiologi Medis disertai Jawaban Edisi 45

Hai sahabat semuanya. Bertemu dengan uko-radiografer.blogspot.com kembali. Berikut ini kami sajikan latihan soal Radiologi Kedokteran disertai jawaban lengkap. Semangat belajar ya


1. Anak laki-laki 10 tahun febris karena ISPA dan dalam waktu 10 hari kemudian terdapat pembengkakan pada lutut kiri disertai nyeri dan mobilisasi terbatas. Pada X foto di korteks distal femur tampak fokus litik dikelilingi tepi yang sklerotik.

Apa diagnosa pasien ini :

A. Osteomyelitis tuberculosa.
B. Osteomyelitis akut pyogenik
C. Arthritis suppuratif .
D. Osteogenik sarcoma.
E. Osteoarthritis

Kunci jawaban : B. Osteomyelitis akut pyogenik



2. Seorang bayi umur 1 hari, sejak lahir mengalami sesak nafas hebat. Pada pemeriksaan phisik bayi tampak sesak frekwensi nafas 40 x/menit, temperatur badan 36,5 0C tampak sianosis sekitar hidung dan mulut, suara nafas paru–paru kiri berkurang. Pada X photo thorax terlihat pada rongga thorax kiri ada massa (aeration berkurang), Tampak gambaran luscen seperti udara usus di paracardial kanan. Tidak ada ronchi, laboratorium darah lengkap dalam batas normal, tidak ada pernafasaan cuping hidung.

Kemungkinan besar bayi ini mengalami :

A. Sepsis
B. Pneumonia
C. Hernia diafragmatika
D. Kelainan jatung bawaan
E. Asidosis respiratorik

Kunci jawaban : C. Hernia diafragmatika



3. Foto RO posisi knee chest pd kelainan :

A. malformasi anorektal
B. Hirschprung diseases
C. Hipertrophy Pilorus Stenosis
D. Atresia Oesophagus
E. Invaginasi

Kunci jawaban : A. malformasi anorektal



4. Laki-laki 35 tahun, datang ke Poli Bedah dengan lutut kanan membengkak sudah 4 bulan, terasa nyeri dan sakit untuk jalan. Hasil Foto Genu menunjukkan Soap buble appearance dengan lesi luscen yang expansil

A. Giant cell tumor
B. Osteosarcoma
C. Osteochondroma
D. Ewing sarcoma
E. Osteomyelitis

Kunci jawaban : D. Ewing sarcoma



Demikianlah artikel singkat dari kami diatas. Semoga artikel dengan judul Soal Radiologi Medis disertai Jawaban Edisi 45. Ayo ajak teman-teman radiolgrafer maupun dokter untuk belajar soal-soal radiologi kedokteran untuk tes UKDI atau UKMPPD disini dan ramaikan blog kita ini. Terimakasih teman-teman atas kunjunganya, sampai jumpa dan ketemu lagi dengan latihan radiologi kedokteran selanjutnya.

Saturday, October 19, 2019

Gudang Soal Radiologi Kedokteran Edisi 44

Gudang Soal Radiologi Kedokteran Edisi 44


Berikut ini kami siapkan Gudang Soal Radiologi Kedokteran yang terdiri dari 4 buah soal Edisi ke 44 beserta kunci jawaban dan pembahasan


Gudang Soal Radiologi Kedokteran Edisi 44

Hai para sahabat semuanya. Kembali lagi ukom-radiografer.blgospot.com hadir untuk teman-teman semuanya. Berikut ini kami sajikan soal radiologi UKMPPD yang disertai jawabannya lengkap. Semangat belajarnya ya


1. Seorang penderita laki-laki usia 20 tahun datang ke poli bedah dengan keluhan benjolan dilengan atas kanan sejak 1 bulan yang lalu, semakin lama semakin membesar dan terasa nyeri. Pasien juga mengeluhkan berat badannya turun hampir 4 kg dalam 1 bulan ini.Pada inspeksi tidak didapatkan tanda kemerahan. Riwayat trauma (-) Pada foto lengan atas kanan didapatkan gambaran sebagai berikut :
Diagnosa Medis pada pemeriksaan rontgen

Diagnosis radiologis yang mungkin pada penderita ini adalah …

a. Ewing sarcoma
b. Osteosarcoma
c. Chondrosarcoma
d. Aneurysmal bone cyst
e. Enchondroma

Jawaban : a. Ewing sarcoma
Pembahasan :
Ekspertise
  • Besar, bentuk, struktur trabekula os humerus dalam batas normal
  • Sela dan permukaan sendi tidak dapat dinilai
  • Terdapat lesi destruktif/litik dengan batas yang tidak jelas di daerah 1/3 medial os humerus
Kesan: Ewing sarcoma a/r 1/3 medial os humerus
Sarcoma ewing of bone: Suatu tumor dari famili tumor ewing yang terjadi di tulang, termasuk dalam salah satu jenis tumor ganas primer dan paling sering mengenai tulang panjang di daerah diafisis.
Paling sering terjadi di pelvis, dinding thorax seperti pada costae dan shoulder blades, pertengahan tulang panjang seperti pada tulang tungkai. Tanda dan gejala berupa bengkak pada tulang atau sendi, sering muncul massa yang tumbuh progresif disertai nyeri serta gejala sistemik seperti; penurunan berat badan, lemah badan, dan demam juga sering terjadi.
Gambaran radiologis:
  • Destruksi tulang yang tersebar luas yang dimulai dari bagian medula <marrow origin> à gambaran radioluscent 
  • Reaksi periosteal yang terbentuk secara lamellar <onion-peel appearence> à tumor secara cepat merusak korteks 
  • Codman’s angles
Diagnosa medis ewings sarcoma

Stadium:

  • 1A : tumor tingkat rendah (ringan) ditemukan hanya pada lapisan keras tulang.
  • 1B : tumor tingkat rendah (ringan) ditemukan memperluas diri di sekitar jaringan lunak.
  • 2A : tumor tingkat tinggi (berat) ditemukan hanya pada lapisan keras tulang.
  • 2B : tumor tingkat tinggi (berat) ditemukan memperluas diri di sekitar jaringan lunak.
  • 3 : 1B: tumor tingkat rendah (ringan) atau tinggi (berat) yang telah bermetastasis.

Tatalaksana:

  • Radioterapi maupun kemoterapi responsif à jarang amputasi
  • kemoterapi obat ganda biasanya mendahului terapi lokal definitif
  • Reseksi bedah primerà perbaikan hasil, mempertahankan fungsi
  • Terapi radiasi lokal pada tempat tumor dan metastasis



2. Laki-laki usia 47 tahun databg dengan keluhan nyeru pada tulang belulang. Untuk mengetahui dasar pada penderita, dilakukan pemeriksaan xray

Diagnosis yang tepat pada pasien adalah …

A. Osteoporosis
B. Osteosarcoma
C. Parathyroid carcinoma
D. Osteomielitis tuberkulosa
E. Multiple myeloma

Jawaban : E. Multiple myeloma
Pembahasan :
Ekspertise:
  • os calvaria: frontal, parietal, temporal oksipital, terdiri dari 3 lapisan tabula externa, diploe, dan tabula interna tidak ada kelainan
  • sutura coronarius dan lambdoidea tidak ada kelainan
  • terdapat convulatuon marking
  • terdapat lesi litik
  • tidak ada fraktur
  • tidak ada massa
  • Multiple myeloma adalah suatu kanker sel plasma dimana sebuah clone dari sel plasma yang abnormal berkembangbiak, membentuk tumor di sumsum tulang dan menghasilkan sejumlah besar antibodi yang abnormal, yang terkumpul di dalam darah atau air kemih. Multiple myeloma (myelomatosis, plasma cell myeloma, Kahler's disease) merupakan keganasan sel plasma yang ditandai dengan penggantian sumsum tulang, kerusakan tulang , dan formasi paraprotein.
Etiologi:
  • Penyebab multiple myeloma belum jelas. Paparan radiasi, benzena, dan pelarut organik lainnya, herbisida, dan insektisida mungkin memiliki peran. Multiple myeloma telah dilaporkan pada anggota keluarga dari dua atau lebih keluarga inti dan pada kembar identik. Beragam perubahan kromosom telah ditemukan pada pasien myeloma seperti delesi 13q14, delesi 17q13, dan predominan kelainan pada 11q.
  • Patofisiologi: Tahap patogenesis pertama pada perkembangan myeloma adalah munculnya sejumlah sel plasma clonal yang secara klinis dikenal MGUS (monoclonal gammanopathy of undetermined significance). Pasien dengan MGUS tidak memiliki gejala atau bukti dari kerusakan organ, tetapi memiliki 1% resiko progresi menjadi myeloma atau penyakit keganasan yang berkaitan.
Saat ini ada dua derajat multiple myeloma yang digunakan yaitu Salmon Durie system yang telah digunakan sejak 1975 dan the International Staging System yang dikembangkan oleh the International Myeloma Working Group dan diperkenalkan pada tahun 2005.
Salmon Durie staging :
Stadium I
  • Level hemoglobin lebih dari 10 g/dL
  • Level kalsium kurang dari 12 mg/dL
  • Gambaran radiograf tulang normal atau plasmositoma soliter
  • Protein M rendah (mis. IgG < 5 g/dL, IgA < 3 g/dL, urine < 4g/24 jam)
Stadium II
  • Gambaran yang sesuai tidak untuk stadium I maupun stadium III
Stadium III
  • Level hemoglobin kurang dari 8,5 g/dL
  • Level kalsium lebih dari 12 g/dL
  • Gambaran radiologi penyakit litik pada tulang
  • Nilai protein M tinggi (mis. IgG >7 g/dL, IgA > 5 g/dL, urine > 12 g/24 jam)
  • Subklasifikasi A meliputi nilai kreatinin kurang dari 2 g/dL
  • Subklasifikasi B meliputi nilai kreatinin lebih dari 2 g/dl
International Staging System untuk multiple myeloma
Stadium I
  • β2 mikroglobulin ≤ 3,5 g/dL dan albumin ≥ 3,5 g/dL
  • CRP ≥ 4,0 mg/dL
  • Plasma cell labeling index < 1%
  • Tidak ditemukan delesi kromosom 13
Serum Il-6 reseptor rendah
  • durasi yang panjang dari awal fase plateau
Stadium II
  • Beta-2 microglobulin level >3.5 hingga <5.5 g/dL, atau
  • Beta-2 microglobulin <3.5g/dL dan albumin <3.5 g/dL
Stadium III
  • Beta-2 microglobulin >5.5 g/dL
Tatalaksana
  • Pendekatan penatalaksanaan pada pasien baru terdiagnosis multiple myeloma(MM). ASCT = autologous stem cell transplantation; CR = complete response; Dex = dexamethasone; MP = melphalan plus prednisone; MPT = MP plus thalidomide; Rev/Dex = lenalidomide (Revlimid) plus Dex; Thal/Dex = thalidomide plus Dex; VGPR = very good partial response.



3. Tn. Akbar 65 tahun mengeluh sulit BAK. pasien terkadang terbangun malam hari tidak bisa menahan kencing. bulging(+) di suprapubis. pada pemeriksaan colok dubur ditemukan pool atas prostat tidak teraba. apa gambaran pencitraan yang dapat ditemukan pada pasien ini?

a. identasi kranial buli
b. identasi kaudal buli
c. filling defect
d. string sign
e. single bubble

Jawaban : b. identasi kaudal buli

Ekspertise:
IVP: VU: tidak terisi penuh, dinding tampak ireguler, tampak indentasi pada pool bawah.
Pembahasan:
  • Secara anatomi, letak prostat berada di bagian inferior buli, sehingga jika ada pembesaran pada prostat akan terjadi pendesakan (indentasi) pada kaudal buli.



4. Gambaran string sign dan single buble ditemukan pada kasus stenosis pilorus

Anak Amir, 4 tahun datang dengan ibunya dengan keluhan sesak nafas dan nyeri dada. Sebelumnya pasien post KLL. Pemeriksaan rontgen dada didapatkan gambaran fraktur os clavicula kanan yang merobek selaput paru kanan, dengan dugaan adanya tension pneumothorax. Gambaran radiologi apa yang akan didapatkan?

a. Gambaran hiperlusen pada paru kanan dan kolaps paru kanan ke arah medial
b. Gambaran hiperlusen pada paru kanan dan kolaps paru kanan ke inferior
c. Gambaran hiperlusen pada paru kanan dan adanya air fluid level
d. Gambaran hiperlusen pada paru kanan dengan diafragma mendatar
e. Gambaran hiperlusen pada paru kanan dengan meniscus sign
a. Gambaran hiperlusen pada paru kanan dan kolaps paru kanan ke arah medial

Jawaban : a. Gambaran hiperlusen pada paru kanan dan kolaps paru kanan ke arah medial
Pembahasan:
  • Gambaran radiologis pneumotoraks adalah radiolusen, terlihat gambaran avaskuler pada paru yang mengalami kelainan disertai gambaran pleural line
Ekspertise:
  • Sinus kiri dan diafragma normal. 
  • Sinus kanan tampak luscen.
  • Pulmo: tampak bayangan luscen tanpa corakan paru di sepanjang hemitoraks kanan dengan pleural line (+).
  • Gambaran hiperlusen pada paru kanan dengan diafragma mendatar merupakan gambaran pada PPOK.



Demikianlah artikel singkat dari kami diatas. Semoga artikel dengan judul Gudang Soal Radiologi Kedokteran Edisi 44. Ayo ajak teman-teman radiolgrafer maupun dokter untuk belajar soal-soal radiologi kedokteran untuk tes UKDI atau UKMPPD disini dan ramaikan blog kita ini. Terimakasih teman-teman atas kunjunganya, sampai jumpa dan ketemu lagi dengan latihan radiologi kedokteran selanjutnya.

Thursday, October 17, 2019

Kumpulan soal dan Pembahasan Radiologi Kedokteran Edisi 43

Kumpulan soal dan Pembahasan Radiologi Kedokteran Edisi 43


Berikut ini kami siapkan contoh soal dan Pembahasan Radiologi Kedokteran yang terdiri dari 4 buah soal Edisi ke 43 beserta kunci jawaban dan pembahasan


Kumpulan soal dan Pembahasan Radiologi Kedokteran Edisi 43

Hai sahabatku semuanya, kembali lagi ukom-radiografer.blogspot.com hadir untuk teman-teman semuanya. Berikut ini kami sajikan soal dan pembahasan kunci dari Radiologi Kedokteran dalam bentu Pilihan ganda atau Pilgan


1. Seorang laki-laki berusia 32 tahun mengeluh sakit dan bengkak pada daerah dekat lutut. Pada foto rontgen tampak gambaran di bawah ini, apakah diagnosis radiologinya?

a. Lesi bentuk onion skin appearance, kesan Ewing sarkoma
b. Gambaran caulliflower, kesan Osteokondroma
c. Lesi berbentuk sun ray appearance, kesan Osteosarkoma
d. Gambaran lesi kistik berbatas tegas, mengarah simple bone cyst
e. Gambaran lesi kistik bersepta dengan bubble soap appearance kesan giant cell tumor

Jawaban : b. Gambaran caulliflower, kesan Osteokondroma

Ekspertise:
  • Besar, bentuk, ukuran tulang trabekula dalam batas normal
  • Sela dan permukaan sendi normal
  • Eminentia intercondyloidea normal
  • Tak tampak osteofit
  • Tampak massa exophytic pada 1/3 distal metafisis tulang femur dengan diselubungi kartilago yang kalsifikasi
Kesan : osteokondroma
Pembahasan:
  • Definisi: Osteokondroma merupakan tumor jinak tulang dengan penampakan adanya penonjolan tulang yang berbatas tegas yang muncul dari metasfisis, penonjolan tulang tersebut di tutupi oleh cartilago hialin. Penonjolan menyebabkan suatu pembengkakkan atau gumpalan dan mirip seperti kembang kol. 
Etiologi:
Cacat bawaan atau trauma perichondrium yang menghasilkan herniasi dari fragmen lempeng epifisis
  • Osteokondroma yang berhubungan dengan riwayat pada keluarga à heriditary multiple exostosis
Patofisiologi:
  • Osteokondroma merupakan lesi yang berkembang dibandingkan dengan neoplasma sejati
  • Lesi hasil dari pemisahan fragmen lempeng pertumbuhan kartilago epifisis yang kemudian herniasi ke dalam manset tulang periosteum
  • Mekanisme terbentuknya kelainan à dari remodelling selama pertumbuhan tulang panjang
  • Pertumbuhan menetap fragmen kartilago dan osifikasi endokondral (maturasi) menghasilkan bonggol tulang subperiosteum dengan ditutupi kartilago dan muncul dari permukaan tulang
  • Setelah remaja dan maturitas tulang, ostekondroma tidak berkembang lagi. 
  • Berasal dari komponen osteosit dan komponen tulang rawan atau chondrosit.
  • Mengenai tulang panjang dan tulang lain seperti ujung distal femur, ujung proksimal tibia, dan humerus. Lainnya juga dapat terkena.
Terdapat 2 tipe osteokondroma yaitu bertangkai (pedunculated) dan tidak bertangkai (sesile).

Tatalaksana:
  • Apabila terdapat penekanan pada jaringan lunak misalnya pada pembuluh darah atau saraf sekitarnya atau tumor tiba-tiba membesar disertai rasa nyeri maka diperlukan tindakan operasi secepatnya, terutama bila hal ini terjadi pada orang dewasa. 



2. Ibu fatimah, usia 65 tahun datang dengan keluhan bungkuk. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kifosis. Pada pemeriksaan rontgen didapatkan gambaran tulang yang menipis dan destruksi tulang. Kadar kalsium dalam batas normal. Diagnosis yang tepat adalah...

A. Osteoartritis
B. Osteoporosis
C. Rheumatoid artritis
D. Gout
E. Paget disease

Jawaban : B. Osteoporosis

Pembahasan :
Definisi
  • Menurut National Institute of Health (NIH), 2001 Osteoporosis adalah kelainan kerangka, ditandai dengan kekuatan tulang yang mengkhawatirkan dan dipengaruhi oleh meningkatnya risiko patah tulang. Sedangkan kekuatan tulang merefleksikan gabungan dari dua faktor, yaitu densitas tulang dan kualitas tulang.
Penyebab Osteoporosis
Beberapa penyebab osteoporosis, yaitu:
  1. Osteoporosis pascamenopause terjadi karena kurangnya hormon estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium kedalam tulang. 
  2. Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan antara kecepatan hancurnya tulang (osteoklas) dan pembentukan tulang baru (osteoblas). 
  3. Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder yang disebabkan oleh keadaan medis lain atau obat-obatan 
Stadium Osteoporosis 
  1. Pada stadium 1, tulang bertumbuh cepat, yang dibentuk masih lebih banyak dan lebih cepat daripada tulang yang dihancurkan. Ini biasanya terjadi pada usia 30-35 tahun. 
  2. Pada stadium 2, umumnya pada usia 35-45 tahun, kepadatan tulang mulai turun (osteopenia). 
  3. Pada stadium 3, usia 45-55 tahun, fraktur bisa timbul sekalipun hanya dengan sentuhan atau benturan ringan. 
  4. Pada stadium 4, biasanya diatas 55 tahun, rasa nyeri yang hebat akan timbul akibat patah tulang. Anda tidak bisa bekerja, bergerak , bahkan mengalami stres dan depresi.
Gejala Osteoporosis 
  • Pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala, bahkan sampai puluhan tahun tanpa keluhan. Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, akan timbul nyeri dan perubahan bentuk tulang. 
  • Jadi, seseorang dengan osteoporosis biasanya akan memberikan keluhan atau gejala sebagai berikut: 
  • Tinggi badan berkurang 
  • Bungkuk atau bentuk tubuh berubah 
  • Patah tulang 
  • Nyeri bila ada patah tulang 
Faktor Risiko Osteoporosis
  • Yang tidak bisa diperbaiki :
  • Jenis kelamin
  • Usia
  • Ras
  • Riwayat keluarga 
  • Menopause 
  • Yang dapat diperbaiki :
  • Aktivitas fisik
  • Kurang kalsium
  • Merokok
  • Minuman beralkohol
  • Minuman soda
  • Stres
  • Bahan kimia
Patofisiologi
  • Osteoporosis berawal dari Adanya massapuncak tulang yang rendah disertai adanya penurunan massa tulang. Massa puncaktulang yang rendah ini diduga berkaitan dengan faktor genetic, sedangkan faktor yangmenyebabkan penurunan massa tulang adalah proses ketuaan, menopause, faktor lainseperi obat obatan atau aktifitas fisik yang kurang serta faktor genetik. Akibat massapuncak tulang yang rendah disertai adanya penurunan massa tulang menyebabkan. Densitas tulang menurun yang merupakan faktor resiko terjadinya fraktur.



3. Ibu sutinah, 70 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri pada kedua lutut, terutama saat akan beranjak berdiri dan saat menaiki anak tangga. Pada pemeriksaan lab terdapat osteofit. Diagnosis pasien adalah …

a. neuropati
b. nefropati
c. osteoporosis
d. osteoartritis
e. gangguan vaskular

Jawaban : d. osteoartritis

Pembahasan :
Definisi :
  • Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif kronik non inflamasi yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Penyakit ini bersifat progresif lambat, ditandai dengan adanya degenerasi tulang rawan sendi, hipertrofi tulang pada tepinya, sklerosis tulang subkondral, perubahan pada membran sinovial, disertai nyeri, biasanya setelah aktivitas berkepanjangan, dan kekakuan, khususnya pada pagi hari atau setelah inaktivitas.
Klasifikasi :
1. Osteoartritis primer 
  • Osteoartritis primer atau OA idiopatik belum diketahui penyebabnya dan tidak berhubungan dengan penyakit sistemik maupun proses perubahan lokal pada sendi.Meski demikian, osteoartritis primer banyakdihubungkan pada penuaan.
2. Osteoartritis sekunder 
  • Osteoartritis sekunder adalah OA yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi lainnya,seperti pada post-traumatik, kelainan kongenital dan pertumbuhan (baik lokal maupun generalisata), kelainan tulang dan sendi, penyakit akibat deposit kalsium, kelainan endokrin, metabolik, inflamasi, operasi yang berulangkali pada struktur-struktur sendi, dan sebagainya.
Gejala osteoartritis :
  • Nyeri pada sendi, terutama sendi yang menyangga berat tubuh (seperti sendi lutut atau pinggang)
  • Timbul rasa kaku disendi pada pagi hari sesudah bangun tidur, berlangsung kurang dari 30 menit
  • Bila digerakkan bisa terdengan krepitus
  • Derak sendi terbatas karena nyeri
Faktor risiko :
  • Usia tua, riwayat keluarga dengan OA, berat badan berlebih
Patogenesis 
  • Osteoartritis selama ini dipandang sebagai akibat dari suatu proses ketuaan yang tidak dapat dihindari. Namun, penelitian para pakar sekarang menyatakan bahwa OA ternyata merupakan penyakit gangguan homeostasis dari metabolisme kartilago dengan kerusakan struktur proteoglikan kartilago yang penyebabnya belum diketahui. Jejas mekanis dan kimiawi diduga merupakan faktor penting yang merangsang terbentuknya molekul abnormal dan produk degradasi kartilago di dalam cairan sinovial sendi yang mengakibatkan terjadi inflamasi sendi, kerusakan kondrosit, dan nyeri. Jejas mekanik dan kimiawi pada sinovial sendi yang terjadi multifaktorial antara lain karena faktor umur, humoral, genetik, obesitas, stress mekanik atau penggunaan sendi yang berlebihan, dan defek anatomik
  • Pada OA, terjadi gangguan homeostasis dari metabolisme kartilago sehingga terjadi kerusakan struktur proteoglikan kartilago, erosi tulang rawan, dan penurunan cairan sendi.
  • Secara umum, kartilago akan mengalami replikasi dan memproduksi matriks baru untuk memperbaiki diri akibat jejas mekanis maupun kimiawi. Namun dalam hal ini, kondrosit gagal mensintesis matriks yang berkualitas dan memelihara keseimbangan antara degradasi dan sintesis matriks ekstraseluler, termasuk produksi kolagen tipe I, III, VI, dan X yang berlebihan dan sintesis proteoglikan yang pendek. Akibatnya, terjadi perubahan pada diameter dan orientasi serat kolagen yang mengubahbiomekanik kartilago, sehingga kartilago sendi kehilangan sifat kompresibilitasnya.



4. Tn. Leo 25 tahun datang dengan keluhan sesak nafas dan demam sejak 5 hari yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan paru kanan tertinggal, suara nafas menurun pada paru kanan, perkusi kanan redup, trakea terdorong ke sisi kiri. Apa diagnosis yang paling tepat untuk pasien ini?

a. Efusi pleura kanan massif
b. Pneumothorax kanan
c. Atelectasis lobus kanan bawah
d. Fibrosis lobus kanan
e. Flail chest

Jawaban : a. Efusi pleura kanan massif

Kata kunci :
  • Sesak dan demam sejak 5 hari yang lalu.
  • Paru kanan tertinggal suara nafas menurun pada paru kanan, perkusi redup, trakea terdorong ke sisi kiri.
Gambaran radiologi :
  • Sudut kostofrenikus menghilang
  • Meniscus sign (+)



Demikianlah artikel singkat dari kami diatas. Semoga artikel dengan judul Kumpulan soal dan Pembahasan Radiologi Kedokteran Edisi 43. Ayo ajak teman-teman radiolgrafer maupun dokter untuk belajar soal-soal radiologi kedokteran untuk tes UKDI atau UKMPPD disini dan ramaikan blog kita ini. Terimakasih teman-teman atas kunjunganya, sampai jumpa dan ketemu lagi dengan latihan radiologi kedokteran selanjutnya.

Wednesday, October 16, 2019

Soal Radiologi kedokteran dan Jawaban Edisi 42

Soal Radiologi kedokteran dan Jawaban Edisi 42


Berikut ini kami siapkan contoh latihan soal Radiologi kedokteran yang terdiri dari 4 buah soal Edisi ke 42 beserta kunci jawaban dan pembahasan


Soal Radiologi kedokteran dan Jawaban Edisi 42

Hai sahabat ukom-radiografer.blgospot.com.Sudah siapkan untuk belajar soal-soal latihan hari ini ? berikut ini kami siapkan soal speisal yang disertai pembahasan tentang radiologi kedokteran terhadap diagnosa medis dari pemeriksaan radiologi. Selamat belajar ya


1. Pasien bayi berusia 3 hari dibawa ibunya dengan keluhan mual-muntah setiap diteteki beberapa jam. Menurut ibunya sejak lahir perut bayi sudah besar dan makin kembung hingga saat ini, pasien sudah BAB berwarna kehijauan. Pemeriksaan BNO pada pasien terlampir. Kelaian pada pasien ini adalah …

A. Ileal atresia
B. Ileus obstruksi
C. Hypertrophic pyloric stenosis
D. Annular atresia
E. Atresia duodenal

Jawaban : E. Atresia duodenal
Pembahasan :
Ekspertise :
  • tampak pola gelembung ganda yang berisi udara pada lambung dan duodenum (double bubble sign).
Pembahasan :
  • atresia duodenal adalah tidak terbentuk atau tersumbatnya duodenum (bagian terkecil usus halus) sehingga tidak dapat dilalui makanan yang akan ke usus.
Tanda dan gejala atresia duodenum:
  • Perut kembung daerah epigastrium pada 24 jam pertama atau sesudahnya, namun dapat juga tanpa diserat distensi abdomen
  • Muntah segera setelah lahir dan berwarna kehijauan
  • Muntah terus menerus meskipun bayi dipuasakan selama beberapa jam
  • Tidak ada gerakan usus setelah pengeluaran mekonium

  • Ileal atresia;  triple bubble sign. Gambaran microcolon atau unused colon.
  • Ileus obstruksi; herring bone appearance
  • Hypertrophic pyloric stenosis; single bubble sign and string sign



2. Seorang anak berusia 1 tahun dibawa orang tuanya dengan keluhan sering biru. Keluhan ini muncul sejak pasien masih kecil, namun makin lama makin parah. Pemeriksaan fisik didapatkan sianosis pada mukosa mulut, lidah, dan kuku, jari tabuh, benjolan pada dada, dan murmur sistolik pada ICS 2 garis parasternal kiri. Rontgen dada menunjukkan jantung yang tidak membesar, apeks jantung bulat dan terangkat disertai cekung pada konus pulmonalis. Kelainan jantung yang menyertai penyakit jantung bawaan ini, kecuali …

A. Defek septum ventrikel
B. Hipertrofi ventrikel kanan
C. Overriding aorta
D. Stenosis pulmonal
E. Stenosis aorta

Jawaban : E. Stenosis aorta

Pembahasan :
tetralogy of fallot (TOF) merupakan kelainan jantung bawaan sianosis yang struktur anatomisnya terdiri dari defek septumventrikel (VSD), stenosis pulmonal, dekstroposisis/overriding aorta, dan hipertrofi ventrikel kanan (RVH). TOF merupakan kelainan jantung sianosis yang tersering dijumpai yaitu sektar 8-10% dari seluruh kelainan jantung bawaan dengan kejadian lebih sering pada laki-laki. Akibat stenosis infundibular/pulmonar, terjadi obstruksi jalan keluar ventrikel kanan. Meski mengakibatkan peningkatan tekanan ventrikel kanan, tetapi ventrikel kiri selalu mengimbanginya sehingga relative tidak ada perbedaan tekanan pada kedua ventrikel, akibatnya darah dari ventrikel kanan mengalir ke aorta. Saturasi oksigen di arteri menjadi rendah sehingga terjadilah sianosis. Derajat sianosis berbanding lurus dengan derajat stenosis pulmonal.

Gejala Klinis:
  • sianosis pada kuku, mukosa bibir, mulut sampai dengan lidah. Umumnya mulai tampak setelah umur beberapa minggu.
  • Pada umur > 2 bulan sudah tampak jari tabuh
  • Konjungtiva hiperemis
  • Pertumbuhan gigi buruk dan tampaknya banyak karies
  • Pemeriksaan fisik dada: precordial bulging, teraba denyut epigastrial (RV heave), bising ejeksi sistolik di ICS II PSL kiri, p2 lemah atau s2 tunggal dna keras (dominasi aorta)
Pemeriksaan penunjang :
  • Foto dada : jantung umumnya tidak membesar, apeks bulat dan terangkat dan konus pulmonalis cekung. Hal tersebut mengakibatkan bentuk jantung menyerupai sepatu not (boot shape). Tampak pula aliran darah paru yang berkurang. Arkus aorta ada di kanan (pada 25% kasus).
  • EKG : deviasi aksis ke kanan dan hipertrofi ventrikel kanan
  • Ekokardiografi : melalui sandapan long axis parasternal dapat dilihat defek septum ventrikel, hipertrofi ventrikel kanan, dan dekstroposisi aorta. Melalui sandapan short axis parasternal, dapat dilihat adanya stenosis pulmonal.



3. Tn. Joko 22 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dan bengkak pada lengan bawah kanan setelah dipukul dengan kayu. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan status lokalis didapatkan deformitas antebrachii kanan dengan ruang lingkup gerak terbatas. Pada foto polos antebrachii ditemukan :

A. Fraktur antebrachii
B. Fraktur colles
C. Fraktur Smith
D. Fraktur monteggia
E. Fraktur Galeazzi

Jawaban : E. Fraktur Galeazzi
Pembahasan :
Ekspertise:
  • Besar, bentuk, struktur trabekula tulang pembentuk articulatio radioulnar dalam batas normal
  • Terdapat dislokasi sendi radioulnar distal dekstra
  • Terdapat garis fraktur oblique pada sepertiga distal radius dekstra
JAWABAN : Fraktur Galeazzi
  • Fraktur colles: fraktur radius distal, angulasi dorsal. Deformitas pada fraktur ini berbentuk seperti sendok makan (dinner fork deformity)
  • Fraktur smith : fraktur radius distal, angulasi ventral. Sering disebut reverse colles fracture
  • Fraktur monteggia : fraktur ulna proksimal + dislokasi sendi radio ulna proksimal
  • Ketika satu dari dua tulang lengan bawah fraktur dengan angulasi atau pemendekan, maka terjadi pemendekan tulang lainnya
  • Tulang lainnya dapat fraktur, dislokasi, atau cedera ligamen
Mekanisme fraktur galeazzi : jatuh dengan tangan ekstensi maksimal dengan siku yang fleksi
Gambaran klinik : ujung bagian bawah ulna yang menonjol merupakan tanda yang mencolok



4. Tn. Girry, 50 tahun, datang dengan keluhan lemah anggota tubuh sebelah kiri sejak 5 jam yang lalu. Keluhan dirasakan tiba-tiba setelah pasien shalat subuh.Keluhan disertai dengan mati rasa di daerah mulut.Pasien memiliki riwayat merokok dan kencing manis. Tekanan darah 150/80 mmHg, pemeriksaan motorik 4333/5555. Pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan adalah?

a. MRI
b. Foto cranium
c. CT scan
d. Bone scan
e. Angiografi

Jawaban : c. CT scan

Pembahasan:
  • MRI →tidak direkomendasikan untuk melihat perdarahan
  • Foto cranium →tulang tengkorak akan menutupi gambaran darah
  • CT scan →dapat membedakan berbagai jenis organ seperti tulang, jaringan, lemak, darah, otot, saraf, dsb, tidak seperti x-ray yang hanya dapat memperlihatkan berbagai jenis organ dalam gradasi hitam putih saja
  • Bone scan →perdarahan otak tidak berkaitan dengan bone scan
  • Angiografi→dapat melihat sumbatan tapi bukan pemeriksaan utama



Demikianlah artikel singkat dari kami diatas. Semoga artikel dengan judul Soal Radiologi kedokteran dan Jawaban Edisi 42. Ayo ajak teman-teman radiolgrafer maupun dokter untuk belajar soal-soal radiologi kedokteran untuk tes UKDI atau UKMPPD disini dan ramaikan blog kita ini. Terimakasih teman-teman atas kunjunganya, sampai jumpa dan ketemu lagi dengan latihan radiologi kedokteran selanjutnya.

Tuesday, October 15, 2019

Kumpulan Soal Radiologi kedokteran Beserta Jawaban Edisi 41

Kumpulan Soal Radiologi kedokteran Beserta Jawaban Edisi 41


Berikut ini kami siapkan Soal Radiologi kedokteran yang terdiri dari 3 buah soal Edisi ke 41 beserta kunci jawaban dan pembahasan


Kumpulan Soal Radiologi kedokteran Beserta Jawaban Edisi 41

Halo sahabat semuanya, kembali lagi ya ukom-radiografer.blogspot.com hadir untuk teman-teman semuanya. Berikut kami sajikan latiahn ardiologi bidang kedokteran dan jawaban. Semangat yerus ya belajar disini


1. Wanita 52 tahun keluhan nyeri pada lutut sejak 3 tahun yang lalu. Nyeri dirasakan terutama saat pagi hari selama 15 menit. Nyeri juga dirasakan saat beraktivitas dan hilang dengan istirahat. Pada peneriksaan fisik didapatkan IMT pasien obesitas 1. Diagnosis pasien berdasarkan foto radiologi adalah …

a. OA grade 0
b. OA grade 1
c. OA grade 2
d. OA grade 3
e. OA grade 4

Jawaban : d. OA grade 3

Osteoarthritis

Pembahasan :
Ekspertise:
  • Besar, bentuk, struktur trabekula tulang pembentuk artikulatio genu dextra&sinistra tampak tidak menebal
  • Tampak penyempitan sela sendi di bagian medial genu dextra & sinistra, permukaan sendi tampak dalam batas normal
  • Eminentia intercondyloidea normal
  • Tampak adanya osteofit di bagian lateral os femur dextra
Kesan: Osteoarthritis femurotibial grade III bilateral
Pembahasan:
Pada gambar radiologi diatas terdapat osteofit dan deformitas ujung tulang dan penyempitan celah sendi yang menunjukan OA grade 3.
  • Grade OA 0: tidak ada OA
  • Grade OA 1: sendi dalam batas normal dengan osteofit meragukan
  • Grade OA 2: osteofit yang jelas tetapi tepi celah sendi baik dan tidak nampak deformitas tulang
  • Grade OA 3: terdapat osteofit dan deformitas ujung tulang dan penyempitan celah sendi
  • Grade OA 4: terdapat osteofit, deformitas lebih prominent disertai celah sendi yang hilang



2. Tn. Jecki 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak nafas sejak 4 jam yang lalu. Sebelumnya pasien sering batuk dan demam yang tidak terlalu tinggi sejak 5 bulan yang lalu. Riwayat merokok sejak 40 tahun yang lalu 1 bungkus/hari. Tekanan darah 120/80mmhg, nadi 103 x/menit, respirasi 32x/menit, suhu 38,80C. Pemeriksaan fisik didapatkan wheezing di lapang paru. Pemeriksaan rontgen torak smenunjukan hiperaerasi.

DX Pemeriksaana Rontgen Paru

Kemungkinan diagnosis?

a. Hidropneumotoraks
b. Pneumotoraks
c. Pneumonia
d. TB paru dengan pneumonia
e. PPOK eksaserbasi akut

Jawaban : e. PPOK eksaserbasi akut

Pembahasan :
  • Kata kunci yaitu sesak nafas 4 jam yang lalu, sering batuk dan deman yang tidak terlalu tinggi, riwayat merokok, respirasimeningkat, demam, terdapat wheezing, pada foto rontgen terdapat hiperaerasi.
Definisi PPOK :
  • Hambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversible, progresif, berhubungan dengan respon inflamasi paru terhadap partikel berbahaya disertai efek ekstra paru.
  • Gabungan antara obstruksi saluran nafas kecil dan kerusakan parenkim.
Faktor Risiko :
  • Asap rokok
  • Polusi udara
  • Stress oksidatif
  • Genetik
  • Tumbuh kembang paru
  • Sosial ekonomi
Manifestasi klinis :
  • Sesak progresif, persisten, memberat dengan aktifitas berat, sukar bernafas
  • Batuk kronik
  • Berdahak
  • Riwayat faktor risiko
Pemeriksaa npenunjang :
  • Spirometri
  • AGD
  • Radiologi thorax, terdapat hiperinflasi, hiperlusen, ruang retrosternal melebar, diafragma mendatar, jantung pendulum.



3. Pasien pria berusia 65 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak yang hebat. Dahak berwarna seperti karat. Sejak 1 bulan yang lalu, batuk dirasakan semakin hebat bahkan bisa sesak dan batuk berdarah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan ronki pada basal paru dan pada foto rontgen didapatkan gambaran honey comb appearance. Diagnosis yang paling mungkin adalah ...

a. Atelektasis
b. Bronkiektasis
c. Bronkopneumonia
d. Pneumonia lobaris
e. TBC paru

Jawaban : b. Bronkiektasis

Pembahasan :
Ekspertise
  • Cor, sinuses dan diafragma normal
  • Hili kasar
  • Corakan paru bertambah
  • Tampak gambaran honeycomb pada hennithorax kiri bagian bawah
Definisi
  • Bronkiektasis merupakan kelainan morfologi yang terdiri dari pelebaran bronkus yang abnormal dan menetap disebabkan kerusakan komponen elastis dan muskular dinding bronkus(kapsel). Kelainan bronkus tersebut disebabkan oleh perubahan-perubahan dalam dinding bronkus berupa destruksi elemen-elemen elastis dan otot-otot polos bronkus. Bronkus yang terkena umumnya adalah bronkus kecil (medium size), sedangkan bronkus besar jarang terkena.



4. Seorang laki-laki usia 40 tahun datang dengan keluhan tidak bisa kentut dan BAB selama 5 hari. Selain itu pasien juga mengeluh mual dan muntah. Terdapat hasil pemeriksaan radiologis didapatkan:

DX Pemeriksaana Rontgen Paru

Hasil pemeriksaan berikut yang mendukung diagnosis?
a. Pneumatosis intestinalis
b. Air fluid level
c. Perforasi gaster
d. Overhanging edges
e. Single bubble sign

Jawaban : b. Air fluid level

Pembahasan :
Ekspertise:
  • Preperitoneal Fat tidak jelas
  • Psoas line tidak jelas
  • Distribusi udara usus meningkat
  • Distensi usus bagian proksimal

Kesan: Multiple air fluid level tersusun seperti anak tangga “step ladder appearance” di bagian kiri abdomen
Diagnosis:
  • Ileus obstruktif. Ileus obstruktif adalah obstruksi usus akibat dari penghambatan motilitas usus yang dapat ditimbulkan oleh banyak penyebab. Gambaran radiologi Memperlihatkan dilatasi lengkung usus halus disertai adanya batas antara air dan udara atau gas (air-fluid level) yang membentuk pola bagaikan tangga (Step Ladder)
Pilihan Lain:
  • Pneumatosis interstinalis: Bayangan udara intramural pada dinding usus, gaster dan rectum, tetapi lebih sering terjadi pada ileum, colon, descendens dan sigmoid, terlihat sebagai gelembung dan garis paralel dalam dindin usus. Tanda patognomonik NEC
  • Perforasi gaster: Gambaran radiologi pneumoperitoneum akibat udara yang keluar dari gaster
  • Overhanging Edges: gambaran radiologi pada Gout Arthritis
  • Single Bubble sign: gambaran radiologi pada Stenosis Pilorus


Demikianlah artikel singkat dari kami diatas. Semoga artikel dengan judul Kumpulan Soal Radiologi kedokteran Beserta Jawaban Edisi 41. Ayo ajak teman-teman radiolgrafer maupun dokter untuk belajar soal-soal radiologi kedokteran untuk tes UKDI atau UKMPPD disini dan ramaikan blog kita ini. Terimakasih teman-teman atas kunjunganya, sampai jumpa dan ketemu lagi dengan latihan radiologi kedokteran selanjutnya.

Monday, October 14, 2019

Soal Radiologi Beserta Jawaban Edisi 40

Soal Radiologi Beserta Jawaban Edisi 40


Berikut ini kami siapkan contoh latihan soal Uji Kompetensi (UKOM) Radiologi  yang terdiri dari 4 buah soal Edisi ke 40 beserta kunci jawaban dan pembahasan


Soal Radiologi Beserta Jawaban Edisi 40

Hai sahabat semuanya. Kali ini ukom-radiografer.blgospot.com akan menyajikan soal radiolgoi UKMPPD dokter disertai jawaban. Semangat belajarnya ya


1. Laki-laki 75 tahun ke poli dengan keluhan utama perdarahan dari dubur. Keluhan disertai perubahan kebiasaan BAB ( konstipasi, diare intermitten, tenesmus, & nyeri perut). Pemx radiologis apa?

Choose one answer.
a. foto tahunorak tegak
b. foto abdomen datar
c. foto LLD
d. dubur barium
e. barium enema

Jawaban : e. barium enema



2. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan batuk berdarah sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan batuk sudah dirasakan sejak 4 bulan yang lalu disertai badan bertambah kurus. Pada pemeriksaan foto thorax posisi PA didapatkan hasil sebagai berikut:

Apakah diagnosa yang paling tepat?

Choose one answer.
a. Bronkhitis kronis
b. Atelektasis
c. Pneumonia
d. Bronchopneumonia
e. TB paru

Jawaban : e. TB paru



3. Seorang pria berusia 39 tahun datang dengan keluhan diare selama 2 bulan. Hasil pemeriksaan kolonoskopi menunjukkan tampilan cobblestone. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien ini?

Choose one answer.
a. Kanker kolon
b. Penyakit Crohn
c. Kolitis TB
d. Kolitis ulseratif
e. Amoebiasis intestinal

Jawaban : b. Penyakit Crohn



4. Pancoast tumor dari paru adalah :
1. Sering terdapat pada apex paru
2. Kadang – kadang sulit dibedakan dengan TBC Paru
3. Sering destruksi tulang costae
4. Selalu bilateral

Pilihan Jawaban;
a. 1,2,3 benar
b. 1 dan 3 benar
c. 2 dan 4 benar
d. 4 benar
e. semua benar

Jawaban : B. 1 dan 3 benar



Demikianlah artikel singkat dari kami diatas. Semoga artikel dengan judul Soal Radiologi Beserta Jawaban Edisi 40. Ayo ajak teman-teman radiolgrafer maupun dokter untuk belajar soal-soal radiologi kedokteran untuk tes UKDI atau UKMPPD disini dan ramaikan blog kita ini. Terimakasih teman-teman atas kunjunganya, sampai jumpa dan ketemu lagi dengan latihan radiologi kedokteran selanjutnya.

Sunday, October 13, 2019

Latihan Soal Radiologi Kedokteran dan Jawaban Edisi 39

Latihan Soal Radiologi Kedokteran dan Jawaban Edisi 39


Berikut ini kami siapkan contoh latihan Soal Radiologi Kedokteran yang terdiri dari 4 buah soal Edisi ke 39 beserta kunci jawaban dan pembahasan


Latihan Soal Radiologi Kedokteran dan Jawaban Edisi 39

Halo sahabat semuanya. Kali ini kembali lagi ukom-radiografer.blgospot.com menyajikan latihan soal-soal ardiologi kedokteran untuk teman-teman semuanya. Selamat belajar dan semangat ya


1. Sinar-X mempunyai sifat – sifat :

1. Mengionisasi gas
2. Menimbulkan fluoesensi
3. Merusak jaringan tubuh
4. Memutihkan film

Pilihan Jawaban;
a. 1,2,3 benar
b. 1 dan 3 benar
c. 2 dan 4 benar
d. 4 benar
e. semua benar

Jawaban : A. 1,2,3 benar



2. Foto vert. cervical AP dan lateral, dapat megevaluasi :
1. Tebalnya jaringan lunak retrolarynx
2. Evaluasi pergeseran trachea
3. Tebalnya jaringan lunak retrotracheal
4. Evaluasi pergeseran mediastinum

Pilihan Jawaban;
a. 1,2,3 benar
b. 1 dan 3 benar
c. 2 dan 4 benar
d. 4 benar
e. semua benar

Jawaban : A. 1,2,3 benar



3. Pada bagian sentra paru, terdapat hilus pulmonum sebagai tempat masuk dari :

1. Bronchus
2. Pembuluh darah
3. Pembuluh limfe
4. Pita suara

Pilihan Jawaban;
a. 1,2,3 benar
b. 1 dan 3 benar
c. 2 dan 4 benar
d. 4 benar
e. semua benar

Jawaban :A. 1,2,3 benar



4. Kelainan bentuk diafragma dapat oleh karena :
1. Pleural effusion
2. Abses Hepar
3. Hernia diafragmatica
4. Struma

Pilihan Jawaban;
a. 1,2,3 benar
b. 1 dan 3 benar
c. 2 dan 4 benar
d. 4 benar
e. semua benar

Jawaban : A. 1,2,3 benar



Demikianlah artikel singkat dari kami diatas. Semoga artikel dengan judul Soal Radiologi Kedokteran beserta Jawaban Edisi 38. Ayo ajak teman-teman radiolgrafer maupun dokter untuk belajar soal-soal radiologi kedokteran untuk tes UKDI atau UKMPPD disini dan ramaikan blog kita ini. Terimakasih teman-teman atas kunjunganya, sampai jumpa dan ketemu lagi dengan latihan radiologi kedokteran selanjutnya.